Hubungan Mobil dan Kaya

Apa Hubungan Mobil dan Kaya?

Tidak. Maksud kami bukan ‘Kalo Punya Mobil, Berarti Kita Sudah Kaya’. Maksud kami bukan itu.
Kami ilustrasikan seperti ini :

Anda pernah atau sering terjebak macet?
Atau lebih mantab lagi, anda selalu melalui jalan yang macet setiap harinya?
Banyak orang yang rutinitasnya selalu terjebak macet.
Pergi pagi ke tempat kerja, harus berjibaku dengan kemacetan.
Pulang dari tempat kerja, pun masih harus terjebak macet.
Dan itu dialami setiap harinya.
Jarak tempuh dari rumah ke tempat kerja yang seharusnya 10 menit,
karena macet, harus ditempuh dengan waktu 1 jam.


Anda hanya bisa menginjak gas dengan pelan, lalu kemudian menginjak pedal rem.
Gas lagi sedikit, lalu di rem lagi. Maju sedikit sedikit.
Anda pun hanya bisa terduduk santai di mobil anda,
mungkin sambil dengar musik, tanpa bisa melakukan apa-apa.
Kemudian gas lagi sedikit, dan rem lagi.


Dan, tentu saja, yang terjebak macet, jumlah nya sangat banyak.
Karena jika yang terjebak macet jumlahnya sedikit, itu bukan macet namanya.
Yang menyebabkan macet tentu saja karena banyaknya kendaraan yang melalui jalan tersebut.


Dan di samping jalan macet tadi ada jalan tol.
Di jalan tol yang jaraknya hanya di sebelah jalanan macet anda,
semua mobil bisa melaju dengan kencang.
Tidak ada kemacetan di jalan tol nya. Lancar.
Banyak mobil yang saling menyusul.


Anda pun kemudian berpikir untuk, masuk saja ke jalan tol.
Biar bisa melaju dengan cepat. Sehingga bisa lebih cepat sampai di tujuan.
Anda memutar mobil anda, masuk ke jalan tol,
dan Anda diharuskan membayar tiket tol nya. Setelah itu, anda bebas.
Anda bisa melaju mobil anda dengan lebih cepat.
Anda menginjak gas mobil anda, mesin mobil anda berputar dengan lebih cepat lagi.
Menghasilkan tenaga yang lebih besar lagi.
Dan tentu saja, mengkonsumsi bahan bakar yang lebih banyak lagi.
Dan anda bisa sampai di tempat tujuan anda dengan lebih cepat.
Tanpa harus mengalami hambatan berupa macet.
Sebelumnya bandung ke jakarta menggunakan mobil harus ditempuh dengan waktu 5 jam.
Namun sekarang dengan adanya tol, bisa sampai jakarta hanya dalam waktu 1.5 jam saja.
Artinya dengan masuk jalan tol, mencapai tujuan jadi lebih cepat.


LALU… Apa hubungannya ilustrasi di atas dengan KAYA?

Orang kaya adalah yang punya mobil?
Orang kaya adalah yang bisa masuk jalan tol?
Bukan, bukan ituuu… He he…


Begini…
Anda pasti tahu bahwa jumlah mobil di jalan tol lebih sedikit dari pada yang tidak berada di jalan tol.
Sama halnya dengan orang KAYA.
Orang kaya itu jumlah nya lebih sedikit dari pada orang yang belum kaya.
Dan orang yang belum kaya itu ibarat orang naik mobil di kemacetan.
Segala sesuatunya berjalan sangat lambat. Banyak masalah. Banyak hambatan.
Untuk sampai di tujuan butuh waktu lama. Orang yang menengah, selalu terjebak macet.
Maksudnya, uang nya itu selalu macet. Bayar hutang macet.
Mau beli ini itu susah. Seret uangnya. Banyak sekali masalahnya.
Dan semua masalahnya pasti berhubungan dengan uang yang kurang.


Baik itu karyawan maupun pengusaha, banyak sekali yang nyari uang nya susah, ngehabisinnya cepet.
Gitulah istilah yang pernah kami dengar ketika kami sedang makan bakso.
Orang kelas menengah kebawah (atau yang belum kaya kaya juga),
jumlahnya sangat banyak banyak banyak banget.
Dan orang yang kaya (menengah ke atas), tentu jumlah nya lebih sedikit.


Orang menengah ke bawah, seperti lalu lintas yang macet.
Mudah emosi. Pemarah. Merokok. Ga punya uang. Gas dikit lalu rem lagi.
Karena jalanan masih macet. Artinya, dapat uang dikit, dikeluarin lagi.
Karena rezeki selalu macet.
Dan itu dialami oleh banyakkk sekali orang.
Yang sering disebut menengah ke bawah. Sampai ke tingkat miskin.
Mungkin perbandingannya 98% menengah ke bawah sampai miskin.
Dan sisanya 2 % adalah menengah ke atas atau orang kaya.


Orang kaya itu ibarat berkendara mobil di jalan tol.
Segala sesuatunya selalu berjalan lancar.
Ketika ingin jalan-jalan keliling eropa, bisa dilakukan dengan mudah.
Ketika ingin punya rumah baru, bisa cepat tercapai.
Ketika punya cita-cita atau keinginan, akan mudah dan cepat dicapai nya.
Jadi, jika ingin cepat sampai di tujuan, segeralah masuk ke jalan Tol.
Tapi untuk masuk ke jalan tol tentu harus bayar.
Atau anda bisa terus berada di kemacetan parah selamanya. Setiap hari macet.


Begitu juga dengan menjadi kaya, anda harus segera pindah jalur, masuk ke jalur orang kaya.
Untuk bisa masuk ke jalur orang kaya, anda mesti BAYAR dulu.
Artinya apa? Anda harus bayar untuk bisa masuk jalur orang kaya.
Bayar apa? Mungkin bayar pelatihan. Bayar ilmu. Bayar Mentor. Bayar bisnis.
Terserah apa namanya, yang pasti, anda harus BAYAR untuk bisa masuk ke jalur orang kaya.
Ketika di jalur orang kaya. Atau di TOL.
Tahukah anda bahwa mesin mobil anda ketika di tol bekerja sangat keras sekali?
Ketika di jalan tol. Anda harus mempercepat laju mobil anda.
Karena jika tidak, anda tetap berjalan lambat. Dan mungkin akan ditabrak dari belakang.


Nah, untuk mempercepat laju kendaraan anda, maka anda harus menginjak pedal gas anda lebih dalam.
Kemudian bahan bakar akan dikonsumsi lebih banyak.
Dan mesin mobil akan berputar lebih kencang lebih kencang lagi lebih kencang lagi, dan anda bisa ‘ngebut’.
Jika mesin mobil berputar pelan atau santai, tentu mobil anda tetap tidak akan melaju kencang ‘ngebut’.
Mesin mobil anda perlu bahan bakar lebih banyak, perlu pelumas mesin yang bagus,
jika tidak mesin akan cepat rusak.
Mesin mobil anda juga akan perlu air radiator untuk mendinginkan mesin mobil anda.
Karena suhu nya akan menjadi sangat sangat panas ketika mobil melaju kencang.
Dan karena mobil melaju kencang, maka anda cepat sampai tujuan.


Apa maksudnya?
Jadi untuk menjadi kaya, anda HARUS mau membayar masuk jalur orang kaya.
Ya itu tadi, mungkin bayar pelatihan, bayar mentor, bayar bisnis, atau bayar lainnya.
Ketika masuk jalur tol, atau jalur orang kaya, anda harus menginjak pedal gas anda,
artinya, hidup anda mesti diinjak sampai dalam, ditekan sampai dalam,
disini anda akan merasa tidak nyaman karena diinjak dan ditekan.
Hidup anda serasa diinjak dan ditekan oleh keadaan karena ingin SUKSES.


Ketika gas diinjak, mesin akan bekerja keras, berputar keras, dan menyedot bahan bakar lebih banyak.
Artinya, untuk berada di jalur tol, di jalur orang kaya, anda harus bekerja lebih keras lagi,
otak dan tenaga anda harus diputar lebih cepat lagi.
Bahan bakar akan menjadi boros, uang untuk belajar,
untuk membayar pelatihan, akan menjadi agak boros.
Tapi anda kan cepat sampai tujuan.
Kenapa?


Karena sama dengan mobil, untuk sampai cepat di tujuan,
mesin mobil harus bekerja dengan keras, harus berputar dengan sangat sangat cepat.
Artinya, untuk sampai pada target atau impian anda,
anda harus bekerja lebih keras lagi, lebih keras lagi, lebih keras lagi.
Otak dan tenaga anda harus dipaksa berputar dan bekerja lebih keras.


Jika gas mobil dilepas, tidak ditekan atau diinjak, maka mobil akan menjadi lambat.
Mesin mobil jadi lebih santai.
Jika HIDUP anda tidak diinjak, tidak ditekan kuat,
jika anda HIDUP dengan santai, malas-malasan,
maka akan sangat lambat untuk mencapai impian anda.


Kesimpulannya ?
Untuk menjadi kaya dan mencapai impian anda,
maka anda HARUS bekerja lebih keras lagi, belajar lebih keras lagi, berusaha lebih keras lagi,
mengeluarkan uang lebih banyak lagi untuk ilmu dan mentor, berpikir lebih keras lagi.
Jika anda masih ingin santai, masih bilang ‘kami tidak sanggup, kami tidak bisa,
kami tidak tahu caranya, kami ga punya uang, kami cuma anak orang miskin,
kami cuma anak petani, kami ga sekolah, kami ga lulus,
kami pemalas, kami ingin tidur-tiduran, kami ga ingin keluar rumah,
kami ingin nonton tv seharian, kami ibu rumah tangga, kami sudah tua,
kami masih sekolah, kami sudah pensiun, kami sudah cape,
kami banyak hutang’ dan sifat malas lainnya (alasan-alasan lainnya).
MAKA hidup anda akan tetap masuk golongan menengah kebawah.
Anda akan terus mengalami MACET setiap hari.


Mau jadi kaya? Masuk jalur kaya. Bayar!
Lalu bekerja lebih kerasssssss lagi. Harus mau diinjak dan ditekannn.